Featured

Emas Palsu dari Dimas Kanjeng Berlogo Palu Arit


TOPNetizen ~ Polisi tengah mendalami kasus penipuan serta pembunuhan yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat pribadi. Ditemukannya barang bukti berupa batangan emas palsu bergambar palu arit yang merupakan lambang dari Partai Komunis Indonesia (PKI) semakin melengkapi bukti berkas perkara.

“Emas batangan itu palsu yang terbuat dari kuningan. Selain itu, lembaran uang dolar Singapura palsu yang masih lembaran, mata uang Thailand, Meksiko, dan Vietnam,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Argo Yuwono saat gelar perkara barang bukti di Gedung Ditreskrmum Polda Jatim, dikutip dari jpnn.com.

Ada pula temuan emas bergambar presiden Soekarno di ruang penyimpanan harta benda rumah mantan pengikut Dimas kanjeng, Najmiah di perumahan dosen Unhas Jalan sunu, Blok k no 10 Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan.

“Emas tersebut terdapat gambar wajah Ir Soekarno dan ada yang bergambar mirip lambang PKI,” tambahnya.

Kapolda Jatim, Irjen Polisi Anton Charliyan menunjukkan temuan bukti berupa Batangan emas bergambar palu arit yang bertulis ‘Union Bank Switzerland LM 999,9 UL.2743 SWISS’.

“Lembar uang dan emas ini diduga kuat palsu karena hasil identifikasi sementara uang kertas dari jenis mata uang rupiah dan mata uang asing itu tidak memiliki pita pengaman. Batangan emasnya pun juga diduga kuat hanya terbuat dari kuningan bukan emas asli,” tegas Anton, dikutip dari merdeka.com



Anton mengatakan, terkait temuan tersebut ia menduga bahwa semuanya barang palsu untuk aksi penipuan yang selama ini Dimas Kanjeng lakukan pada korbannya

“Jadi yang masih tersisa itu empat koper masing-masing satu peti emas dan tiga koper uang. Yang diduga kuat semuanya palsu. Misalnya dalam satu ikatan uang, lembar uang di bagian atas ikatan uang itu berupa uang tapi di bawahnya ternyata kertas biasa. Yang kertas wujud uang itu pun diduga palsu,” jelas Anton.

Dalam melakukan aksinya selama ini. Dimas kanjeng telah berhasil melakukan penipuan yang memakan banyak korban. Anak bungsu almarhumah Najmiah Muin, M. Nur Najmul Muin, pada hari Jumat (30/9/2016) resmi melapor ke Polda Jatim. Ia didampingi kerabat dekat dan anggota Komisi III DPR Akbar Faizal dan juga ia membawa bukti penipuan yang dilakukan Dimas Kanjeng.

Najmiah adalah mantan pengikut Dimas kanjeng diketahui pernah menyetorkan uang Rp 202 miliar untuk digandakan. Sebagai imbalan, ia mendapatkan sembilan peti dan koper berisi emas batangan dan uang kertas.

Setibanya di Mapolda Jatim sekitar pukul 16.00, warga Makassar itu langsung masuk dengan membawa satu koper bukti penipuan ke ruang Kapolda Jatim. Lalu Nur kemudian dibawa ke gedung Ditreskrimum Polda Jatim untuk dimintai keterangan.

Ia membuat laporan atas perbuatan Dimas Kanjeng terhadap ibunya Najmiah. Diketahui Najmiah sebagai penyumbang terbesar kepada padepokan Dimas Kanjeng

“Sebenarnya ingin dari dulu. Tapi, almarhumah minta sabar dulu,” ucapnya, dikutip dari jawapos.com



Dia menambahkan, ibunya telah menjadi pengikut Dimas Kanjeng sejak 2014. Saat itu ada utusan Dimas Kanjeng yang mengaku sebagai khalifah dan menggelar acara di Makassar.

Sejak itu ibunya yang bekerja sebagai pengusaha menyerahkan uang secara bertahap. Totalnya ada lebih dari Rp 200 miliar. Dimas Kanjeng mengatakan, uang itu akan kembali lebih dari yang diserahkan dan Najmiah percaya terhadap perkataannya tersebut.

Ada uang tunai, ada juga yang ditransfer. Nur mengaku awal-awal ibunya terlibat dalam padepokan tersebut tidak terlalu mengetahui, karena ibunya melakukan secara diam-diam. Nur baru tahu tahun 2015.

Nur pernah sekali disuruh mengantarkan uang Rp 10 miliar tunai ke padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo. Uang itu dibungkus dalam lima koper. Setiap koper berisi Rp 2 miliar. Saat itu dia bersama orang tua dan beberapa saudaranya.

“Saya pikir baju. Setelah naik pesawat, ternyata isinya uang,” jelasnya.

Sebenarnya Nur tidak yakin uang yang diserahkan itu akan kembali dalam jumlah yang lebih besar. Dimas Kanjeng memberikan sejumlah benda yang dikatakannya akan menjadi barang berharga seperti sekotak kayu berisi batangan berwarna kuning emas.

Batangan itu memiliki gambar yang beragam. Ada yang bergambar Presiden Soekarno dan ada yang bergambar palu arit. Ketika cek, bunyinya sama persis dengan logam.

Dimas kanjeng mengatakan, batangan berwarna emas itu diklaim sebagai emas muda. Setelah sebulan, batangan tersebut dikatakannya akan menjadi emas asli. Ia meminta Najmiah untuk bersabar sampai batangan itu menjadi emas asli.

Nur menjadi semakin curiga karena sudah sebulan batangan tersebut tidak kunjung berubah menjadi emas asli.

“Waktu dicek di toko emas, ini bukan emas,” ucapnya

Setelah Najmiah mengetahui peti dan koper kiriman Dimas Kanjeng berisi barang-barang palsu, dia  lantas mengembalikan lima koper yang didapat dari Dimas Kanjeng dan uang yang telah ia serahkan tidak dikembalikan.



Resource :beritakita.id
0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Emas Palsu dari Dimas Kanjeng Berlogo Palu Arit"

Posting Komentar

close